kereta gantung Rinjani batal

Proyek Kereta Gantung Gunung Rinjani Batal – Investor Kabur, NTB Butuh Studi Kelayakan

Rencana pembangunan kereta gantung di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok, resmi dibatalkan. Proyek ambisius yang sempat digembar-gemborkan sebagai lompatan pariwisata NTB itu kini terbengkalai setelah investor utama dikabarkan hengkang karena ketidakpastian regulasi dan tekanan dari masyarakat adat serta pemerhati lingkungan.

🎢 Proyek yang Penuh Kontroversi

Gagasan pembangunan kereta gantung pertama kali diumumkan pada tahun 2020, dengan rencana membentang sepanjang 10 km dari Karang Sidemen (Lombok Tengah) ke kawasan Sembalun (Lombok Timur). Proyek ini menuai penolakan dari berbagai pihak, termasuk aktivis lingkungan, akademisi, hingga masyarakat adat yang khawatir akan rusaknya ekosistem hutan dan nilai sakral Gunung Rinjani.

💸 Investor Mundur Diam-Diam

Pemerintah NTB mengakui bahwa investor dari Tiongkok dan konsorsium dalam negeri yang sebelumnya menyatakan minat, kini menarik diri. Minimnya kajian teknis, resistensi publik, serta belum adanya kejelasan izin dari Balai Taman Nasional Rinjani dan Kementerian Lingkungan Hidup menjadi alasan utama.

📉 Kegagalan Studi Kelayakan

Sumber dari internal Pemprov NTB menyebutkan bahwa proyek ini tidak melalui tahapan studi kelayakan (feasibility study) secara komprehensif. Tidak ada pemetaan dampak lingkungan, sosial, maupun ekonomi jangka panjang yang memadai. Hal ini memperburuk citra proyek di mata calon investor.

🌱 Kekhawatiran Ekologis dan Budaya

Gunung Rinjani bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga kawasan konservasi, situs spiritual, dan sumber air utama bagi Lombok. Aktivis menilai proyek kereta gantung akan memicu pembukaan lahan ilegal, meningkatkan volume wisatawan tanpa pengendalian, serta berpotensi merusak habitat flora-fauna endemik.

📣 Reaksi Masyarakat dan Akademisi

Forum Peduli Rinjani, tokoh adat Bayan, hingga akademisi Universitas Mataram bersuara lantang menolak proyek ini sejak awal. Mereka menuntut pengembangan pariwisata berkelanjutan yang melibatkan komunitas lokal, bukan sekadar investasi besar yang berorientasi pada profit semata.

🔍 Arah Kebijakan Baru: Wisata Berbasis Komunitas

Pembatalan proyek ini mendorong Pemerintah NTB untuk merevisi arah pengembangan pariwisata. Fokus diarahkan pada ekowisata berbasis komunitas, seperti homestay, trekking tradisional, edukasi budaya, dan konservasi lingkungan. Potensi ekonomi tetap besar, namun dengan dampak yang lebih terkendali.

📢 Kesimpulan: Pelajaran dari Ambisi Tanpa Landasan

Kasus batalnya proyek kereta gantung di Rinjani menjadi pengingat bahwa pembangunan pariwisata harus berpijak pada riset, dialog sosial, dan keberlanjutan. Lombok punya kekuatan alam dan budaya yang luar biasa—namun perlu strategi yang matang, bukan hanya proyek mercusuar yang gagal bertahan.


Butuh Kendaraan untuk Kegiatan Sehari-hari di Lombok?

📸 Ikuti kami di Instagram untuk update seputar wisata dan transportasi di Lombok:
@semeton.pesiar.lombok

🚗 Butuh kendaraan selama di Lombok? Kami siap membantu!
🌐 Kunjungi website kami: www.semetonpesiar.com

📲 Hubungi langsung via WhatsApp:
‪‪‪+62 819-0736-7197‬‬‬

Nikmati liburan tanpa khawatir transportasi — sewa mobil di Lombok bersama Semeton Pesiar!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top