Kronologi Kejadian
Menurut keterangan dari petugas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Christoph memulai pendakian dari jalur Sembalun pada Jumat pagi bersama seorang porter lokal. Ia sempat mengeluhkan kelelahan saat berada di Plawangan Sembalun pada ketinggian sekitar 2.600 mdpl. Meski sempat beristirahat dan diberi bantuan medis darurat, kondisi fisiknya memburuk keesokan harinya.
“Porter yang mendampinginya langsung menghubungi tim SAR, namun saat tim sampai di lokasi pada pagi hari, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan,” ujar Kepala BTNGR, Heri Susanto.
Dugaan Penyebab Kematian
Dokter dari tim medis yang mendampingi evakuasi menyatakan bahwa korban diduga mengalami hypothermia akibat suhu dingin ekstrem dan kelelahan fisik. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau trauma eksternal pada tubuh korban. Jenazah langsung dievakuasi menggunakan tandu manual menuju basecamp Sembalun dan selanjutnya dibawa ke RSUD Selong untuk proses lebih lanjut.
Proses Evakuasi Dramatis
Evakuasi berlangsung cukup sulit karena jalur yang terjal, kabut tebal, dan suhu udara yang sangat rendah di malam hari. Proses turun dari Plawangan menuju Pos 2 memakan waktu lebih dari 8 jam karena medannya yang ekstrem. Sekitar 15 personel gabungan dari SAR, porter lokal, BTNGR, dan relawan dikerahkan dalam misi ini.
Tanggapan Kedutaan & Pemerintah Lokal
Kedutaan Besar Swiss di Jakarta telah menerima laporan resmi dan tengah mengurus pemulangan jenazah. Sementara itu, Dinas Pariwisata NTB menyampaikan belasungkawa mendalam dan berjanji untuk meningkatkan standar keselamatan bagi wisatawan asing yang melakukan aktivitas ekstrem seperti pendakian.
“Kami akan mengkaji ulang prosedur wajib pemandu profesional bagi semua wisatawan asing yang hendak mendaki,” ujar Kadis Pariwisata NTB, Lalu Iskandar.
Pentingnya Kesiapan Fisik & Panduan Resmi
Insiden ini menjadi peringatan penting bahwa pendakian Gunung Rinjani bukanlah aktivitas ringan, terutama bagi wisatawan dari luar negeri yang belum terbiasa dengan medan tropis ekstrem. BTNGR menekankan pentingnya melakukan aklimatisasi, membawa perlengkapan memadai, dan wajib didampingi oleh pemandu bersertifikat.
Duka Mendalam di Tengah Ramainya Pendakian Musim Liburan
Musim libur pertengahan tahun selalu menjadi waktu ramai pendakian ke Gunung Rinjani. Namun, peristiwa tragis ini menjadi pengingat bahwa keselamatan tetap harus diutamakan di atas euforia wisata alam. Masyarakat lokal dan komunitas pendaki turut menggelar doa bersama di Sembalun sebagai penghormatan terakhir untuk korban.
Butuh Kendaraan untuk Kegiatan Sehari-hari di Lombok?
📸 Ikuti kami di Instagram untuk update seputar wisata dan transportasi di Lombok:
@semeton.pesiar.lombok
🚗 Butuh kendaraan selama di Lombok? Kami siap membantu!
🌐 Kunjungi website kami: www.semetonpesiar.com
📲 Hubungi langsung via WhatsApp:
+62 819-0736-7197
Nikmati liburan tanpa khawatir transportasi — sewa mobil di Lombok bersama Semeton Pesiar!

